![]() |
| Sumber: Google |
Dalam akhir tulisan tangan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)
berpesan dengan mengutip pidato Soekarno ketika masih menjabat sebagai
Presiden.
Nampaknya, selama mendekam di dalam jeruji besi, mantan
gubernur Jakarta telah membaca buku berjudul Revolusi Belum Selesai yang berisi
kumpulan pidato Presiden Republik Indonesia yang pertama pada 30 September
1965-Pelengkap Nawaksara.
Apa yang Presiden Soekarno sampaikan dalam pidato itu
diharapkan Ahok juga diterima
menjadi pikiran dan harapan seluruh Ahokers.
"Saudara-saudara Pancasila adalah jiwa kita, bukan hanya
jiwaku. Tetapi ialah jiwa Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Dan selama
Angkatan Bersenjata Republik Indonesia berjiwa Pancasila, insya Allah SWT,
engkau akan tetap kuat, tetap kuat, dan sentosa. Tetap kuat dan sentosa. Tetap
kuat dan sentosa menjadi tunduk daripada banteng Indonesia, yang telah kita
dirikan pada tanggal 17 Agustus 1945...., engkau adalah penegak daripada
Pancasila. Dan setialah kepada Pancasila itu, pegang teguh kepada Pancasila,
membela Pancasila, bahkan sebagaimana kukatan lagi tadi. Saudara-sauara,
laksanakan panggilan yang aku dapat daripada atasan untuk memegang kepada
Pancasila ini."
Ahok akan bebas dari penjara Markas Korps
Brimob Polri pada Kamis 24 Januari 2019 setelah menjalani penjara selama dua
tahun (potong remisi).
"Majulah demi kebenaran, perikemanusiaan, dan keadilan.
Ingatlah dan tujuan para Proklamator dirikan negeri ini. Merdeka. Salam dari
Mako Brimob," kata Ahok di
akhir surat.
Surat yang ditulis dengan tangan Ahok diposting oleh Tim BTP lewat Twitter @basuki_btp. Cover buku
juga turut diposting.
Diposting oleh Timbtp— Ahok Basuki TPurnama (@basuki_btp) January 17, 2019
Berikut kami sampaikan surat terbaru dari BTP mengenai niat baik dari seluruh pendukung yang berencana menjemput beliau di Mako Brimob dan pesan lainnya pic.twitter.com/bEftJTqYbd

Komentar
Posting Komentar