| Sumber: google.com |
Hujan lebat di beberapa kawasan di wilayah China Selatan
sudah menewaskan 16 orang warga, sedangkan 12 orang lainnya hingga Selasa
(11/6/2019) malam belum juga ditemukan.
Sembilan orang tewas di enam kota dan 32 kecamatan di Daerah
Otonomi Guangxi, sedangkan sebanyak 360.000 warga lainnya yang ikut terkena
dampak hujan deras yang mengakibatkan banjir, demikian media resmi setempat.
Dinas Kegawatdaruratan provinsi yang berbatasan langsung dengan
Vietnam itu tercatat sedikitnya 1.300 unit rumah hancur karena diterjang banjir
bandang sehingga menyebabkan 17.000 jiwa penghuninya dievakuasi ke tempat aman
yang lebih aman.
Biro Meteorologi Daerah Otonomi Guangxi sudah mengeluarkan
tanda kewaspadaan berwarna kuning padaa Selasa pukul 10.30 waktu setempat
(09.30 WIB) terkait kemungkinan hujan lebat hingga 24 jam ke depan.
Sementara itu, tujuh korban tewas lainnya yang terjadi di
Provinsi Guangdong. Dan terdapat satu orang lagi yang dinyatakan hilang pada
pukul 10.00 waktu setempat setelah hujan lebat di provinsi tetangga Guangxi itu
menyebabkan kerusakan jalan dan rumah warga.
Tiga kecamatan di Kota Heyuan mengalami dampak terparah dari
hujan lebat disertai dengan petir mengguyur selama hampir sepekan. Lebih dari
110.000 jiwa warga terkena dampak atas kerusakan 956 unit rumah dalam bencana
tersebut.
Sumber: akurat.co
Komentar
Posting Komentar